Arsip untuk Agustus 7th, 2009




Wow, Kate Moss Topless di Kapal Pesiar

Bukan Kate Moss jika nggak pintar bikin sensasi. Model mungil asal Inggris dengan bayaran selangit ini melakukan liburan ‘superhot’ bersama kekasih dan teman sesama modelnya di sebuah kapal pesiar. Yang bikin heboh, mereka ramai-ramai tampil tanpa menutup dada alias topless, wow!

Baru-baru ini Kate berlibur dengan kapal pesiar bersama kekasihnya musisi Jamie Hince di perairan St. Tropez, Prancis. Namun mereka tak hanya berdua, melainkan ramai-ramai dengan teman-teman model Kate. Waduh.

Seperti dilansir The Sun, Kate dan model Karen Mulder terlihat bercanda bersama tanpa mengenakan bagian atas bikininya. Di pose yang lain terlihat model pirang itu dan kekasihnya  Jamie tengah bercumbu mesra.

Pose terakhir terlihat Kate, Jamie dan ketiga temannya yang lain berpose tanpa menutup dada. Kate, yang menjadi model kampanye berbagai brand terkemuka dunia, hanya menutupi bagian dadanya dengan sehelai kain. Teman-teman modelnya malah cuek banget pamer dada. Hmmm, no comment deh. Pesohor memang suka berlaku ganjil. (enw)

Add a comment Agustus 7, 2009

Nih, Perkembangan Komunikasi Anak Usia 2 Tahun

Setiap orangtua pastinya menantikan saat-saat di mana si kecil sudah dapat mengucapkan kata-kata sederhana. Bagi Anda yang baru memiliki satu anak, pasti bertanya-tanya kapan nih, si kecil bisa mengucapkan kata?

Pada usia anak 1 tahun biasanya kata-kata yang keluar dari mulutnya belum memiliki arti dan keinginanya biasanya dilakukan dengan gerakan.

Seperti dikutip dari kidshealth.org, bahwa ketika anak hendak memasuki usia 2 tahun, merupakan usia anak mulai belajar mengucapkan kata-kata. Anak usia 2 tahun, sudah dapat memahami apa yang dikatakan kepada mereka dan menyatakan apa yang mereka inginkan.

Bayi 2 tahun, sudah dapat mengucapkan sampai empat kata dan kalimat. Pada usia ini juga mereka sudah banyak memahami apa yang dikatakan kepada mereka, dan sudah bisa merespon perintah, ingat nama benda dan anggota keluarga.

Anak usia ini mendengarkan semua yang Anda katakan dan menyimpannya jauh di dalam ingatannya. Namun, anak usia ini juga masih banyak menggunakan gerak dalam berkomunikasi. Misalnya saat ia meminta minum, mungkin ia hanya memberi tanda dengan tangannya.

Antara 15 dan 18 bulan, bayi Anda mungkin akan mulai menikmati permainan bahasa yang meminta dia untuk mengidentifikasi, seperti “Di mana telinga?” dan Di mana ibu? ” Kosa kata anak Anda akan tumbuh dengan cepat.

Tetapi ada juga beberapa bayi tidak berbicara sampai mereka ulang tahun kedua dan memilih untuk menggantikannya dengan menggunakan gerak-gerik.

Nah, inilah kemampuan komunikasi yang biasanya dialamai oleh anak usia 2 tahun.

1. Bicara sekitar 15 kata

2. Masukkan dua kata bersama untuk membentuk sebuah kalimat

3. Dapat mengikuti petunjuk sederhana (nls)

1 komentar Agustus 7, 2009

Anak Dipanggil Cuek, Ortu Mesti Curiga

Jakarta – Seringkali gangguan pendengaran pada anak terlambat dideteksi oleh orangtua. Oleh karena itu deteksi anak sejak usia dini terutama pada indera pendengaran diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Tidak hanya deteksi, alat bantu pendengaran diperlukan untuk memperlancar komunikasi anak tuna rungu.

Audiolog dan pakar pendidikan anak tuna rungu Drs. Anton Subarto, Dipl Aud mengatakan sering terjadi kejadian orangtua terlambat mendeteksi pendengaran anak. Biasa orangtua melihat usia anak 4 hingga 5 tahun bahkan lebih, baru menyadari ada keanehan pada anak. Oleh karena itu, orangtua dituntut untuk cermat mengasuh anak sejak lahir.

“Bila anak usia 2 tahun belum bisa bicara, bila mendengar petir atau gledek tenang-tenang saja seharusnya orangtua harus curiga, bila ada kecurigaan pada pendengaran anak segera bawa ke dokter THT,” ujar Anton pada acara bantuan 100 alat bantu dengar oleh Pusat Alat Bantu Dengar Melawai, Kamis (6/8) di Jakarta.

Sikap kewaspadaan diperlukan untuk lebih cepat mengetahui gangguan pendengaran pada anak. Hal tersebut untuk mengetahui penanganan yang tepat bagi anak tuna rungu. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkarya tidak terkecuali anak tuna rungu. Dengan sikap benar dari orangtua dan guru maka anak tuna rungu mampu untuk mengembangkan kemampuan anak tuna rungu. Anton mengatakan anak tuna rungu bisa berprestasi seperti anak normal. Menurutnya, sering kali orangtua tidak percaya anaknya tuna rungu, seharusnya orangtua bisa menerima kenyataan anaknya tuna rungu.

“Anak tuna rungu jangan disembunyikan, kadang ada orangtua membawa anak ke pengobatan alternatif seperti dukun dan paranormal padahal anaknya sudah tuli saraf yang tidak bisa disembuhkan,” tutur Anton.

Dengan pendidikan yang tepat sejak dini dan memiliki sikap berjuang dari anak dan orangtua maka tidak ada yang tak mungkin untuk diraih. Menurut Anton, pendidikan tepat sejak anak usia dini bagi anak tuna rungu harus diberikan yaitu kemampuan berbahasa. Orangtua adalah guru pertama bagi anak di rumah. Sehingga pola asuh penting untuk anak tuna rungu. Orangtua bisa mengembangkan bahasa lisan anak tuna rungu dengan selalu mengajak anak tuna rungu berbicara.

“Anak harus melihat wajah dan mulut orangtua karena anak tuna rungu harus membaca ujaran dan mendengarkan dengan alat bantu dengar,”tambah audilogist dari Pusat Alat Bantu Dengar Melawai.

Menurut Anton, tugas dan peranan yang dilakukan orangtua di rumah antara lain Pertama, memberikan bahasa oral kepada anak. Orangtua bisa selalu mengajak anak bercakap-cakap dalam segala situasi misal mau dimandikan, mau makan, dan bermain. Kedua, Orangtua melatih anak mendengar dengan memakai alat bantu dengar dalam segala situasi misal saat ayah menghidupkan mobil, membunyikan klakson anaknya disuruh mendengarkan, orangtua meminta mendengarkan bunyi dering telepon. Ketiga, orangtua melatih anak meraban dalam segala situasi misal saat dikenakan baju orangtua dengan memancing anak untuk meraban babababa, saat bermain mobil-mobilan anak diajak menirukan suara mobil dengan menggetarkan kedua bibir.

Untuk mengembangkan kemampuan akademik dan potensi anak, orangtua perlu mengupayakan sekolah yang tepat bagi anak untuk mengembangkan bahasa lisan dan tulisan anak tuna rungu.

Salah satu finalis Fun Fearless Cosmopolitan 2008 Angkie Yudistia, seorang penderita tuna rungu mengatakan ayahnya memang curiga ketika memanggil dirinya tidak menyahut-nyahut. Setelah mengetahui Angkie menderita tuna rungu maka orangtuanya mendidik untuk gemar membaca. Dengan gemar membaca membuat wawasan Angkie menjadi luas. Saat ini Angkie menggeluti dunia modelling dan sedang menempuh pendidikan S2. (amh)

Add a comment Agustus 7, 2009

Halaman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pos Berdasarkan Bulan

Posts by Category

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.