Memahami Remaja dari Kacamata Orangtua

Agustus 3, 2009 kidsandstyle

Siapa bilang jadi orangtua itu gampang, selain memenuhi kebutuhan akan materi, memenuhi kebutuhan pendidikan formal dan informal. Selain harus sabar, memahami betul kondisi fisik maupun psikis anak juga penting lho dilakukan orangtua. Apalagi kalau anak yang rasanya baru kemarin dalam gendongan sudah tumbuh beranjak remaja.

Kita juga setuju masa remaja adalah masa yang paling indah, tapi sebagai orang tua masa ini juga menjadi masa yang rawan dengan berbagai kejutan yang dilakukan anak yang mulai menginjak usia remaja ini.

Menurut Ninuk Widyantoro dari Yayasan Kesehatan Perempuan yang juga seorang psikolog, remaja membutuhkan kebutuhan lain yang kadang orangtua tidak akan hal ini.  Seorang remaja membutuhkan agar dirinya merasa dihargai, misalnya saat dia menanyakan sesuatu hal yang mungkin masih dianggap tabu di Indonesia mengenai pendidikan seks.  Dalam hal ini menurut Ninuk, orangtua harus siap saat dia menanyakan hal-hal ini, jangan berikan penghakiman karena ini membuatnya merasa tidak dihargai dan diperhatikan.

Masa remaja juga merupakan masa peralihan yang  membuat mereka labil, karena itu remaja membutuhkan seseorang yang membuatnya merasa nyaman untuk menceritakan segala hal untuk bercerita termasuk ketertarikannya terhadap lawan jenis.

“Semakin seorang anak terbuka dengan orang tua ini akan semakin baik, bahkan terbuka untuk pertanyaan yang mungkin bisa membuat Anda shock, apalagi kalau bukan yang berkaitan dengan seks. Bagaimanapun sebaiknya jangan bereaksi berlebihan saat anak menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan seks,” jelas Ninuk.

Syarat yang harus dimiliki orangtua yang anaknya beranjak usia remaja untuk membicarakan tentang seks antara lain:

1. Orangtua harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang seksualitas
Ini akan memudahkan memberikan penjelasan saat anak ingin mengetahui hal-hal yang membuatnya mendapatkan jawaban yang dicarinya. Daripada dia harus memperoleh informasi yang tak jelas dari teman sebaya atau internet, tak ada salahnya kita belajar menjadi guru menerangkan hal yang seharusnya kita bisa terbuka membahas hal ini dengan anak-anak kita.

2. Memiliki kemampuan interpersonal yang baik
Menurut Ninuk ini juga penting, jadi saat kita terkaget-kaget mendengar pertanyaan anak ekspresi yang berlebihan bisa ditekan seminimal mungkin. Karena anak akan belajar melihat reaksi orang tuanya saat dia menanyakan sesuatu hal. Kemampun ini juga membantu orang tua menyampaikan maksud dan tujuan yang bisa diterima secara baik oleh anak.

3. Keterbukaan
Keterbukaan sangat penting bagi orang tua dan anak, karena itu Ninuk menyarankan sebaiknya sejak kecil orang tua harus bisa menciptakan suasana keterbukaan sejak dini sehingga saat dia menginjak usia remaja sudah tidak ada hal yang canggung untuk diutarakan.

Entry Filed under: Smart Tips (Kids)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: