Ini Dia 6 Trik Menyapih Bayi

Agustus 4, 2009 kidsandstyle

Jakarta – Anak Anda sudah berusia dua tahun dan Anda berpikir untuk menyapihnya? Menyapih anak tidak selalu mudah, ibu membutuhkan trik khusus untuk melakukannya. Yuk, simak tips menyapih anak dari dr Tri Sunarti Wahyutami. Menurut dokter yang ramah ini, bila ingin menyapih anak sebaiknya dilakukan dengan cara tidak menipu anak, untuk menyapih anak bisa dilakukan perlahan-lahan.

Menurutnya sebaiknya menyapih anak dengan cara yang wajar. Ibu jangan memaksa untuk menyapih anak. Cara yang bisa dilakukan oleh ibu yaitu dengan mengalihkan perhatian anak, misal bermain dan memberikan pelukan kepada anak.

“Anak itu cerdas, ketika menyusui dan disapih sebenarnya anak takut dihilangkan dari ibunya, bila memang digantikan dengan botol dan gelas tetapi tetap harus disayang dan didekap, karena ketika kita menyusui kita mendekap, itu yang membuat anak-anak jadi kuatir dipisahkan dari ibunya,” tutur Tri beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan kadang ibu suka memaksa dan “menipu” anak. Anak bisa diberikan penjelasan sambil memperkenalkan susu dan makan. Ibu pun bisa memeluk anak sambil diberikan penjelasan kepada anak. “Anak cerdas sekali mereka akan merekam secara tidak sadar, bila kita sudah memulai menipu untuk mencapai tujuan maka berikutnya akan terus menipu,” jelas Tri.

Tri menambahkan ibu hamil bisa menyusui dan menyapih anak. Ibu hamil bisa menyapih anak saat sering terjadi kontraksi dan capek. Namun, anak sudah berusia di atas 6 bulan dan telah mendapatkan asi eksklusif. Nutrisi susu untuk anak pun bisa diperbanyak dan mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan.

Berikut tips menyapih anak seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Lakukan proses menyapih secara perlahan. Misalnya Mengurangi secara bertahap frekuensi menyusu. Biasanya 4 kali sehari maka secara perlahan diubah 3 kali sehari terus hingga akhirnya berhenti.

2. Alihkan perhatian anak dengan hal lain. Bisa dengan membacakan buku ke anak, bermain,dan bernyanyi. Hingga anak melupakan saat menyusu.

3. Kunci utama yaitu bina komunikasi yang baik dengan anak. Ingat, seberapa kecil usia anak, anak tetap mengerti dan memiliki kemampuan untuk mengerti kata-kata dari orang di lingkungannya.

4. Hindari menyapih saat anak sedang tidak sehat atau sedang sedih, kesal, marah.

5. Hindari menyapih anak dari menyusu ke benda lain seperti empeng, botol susu, bantal, dsb. Biasanya disini peran ayah sangat dibutuhkan sebagai figure yang melengkapi sang ibu. Sekali lagi bina komunikasi yang baik dengan anak

6. Hindari menyapih secara mendadak. Apalagi tanpa komunikasi apapun dengan sang anak. Ini dapat menyakitkan hati sang anak. Jangan sampai anak merasa bahwa dengan manyapih sang ibu membencinya. Pemberian jamu pahit, memaksa anak untuk tidak menyusu pada ibunya, dapat merusak bonding atau ikatan batin yang terbentuk sejauh ini dalam proses menyusui. (Mel)

Entry Filed under: Baby Talk (Kids)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: