Waspadai Efek Samping Kontrasepsi

Agustus 5, 2009 kidsandstyle

Jakarta – Penggunaan alat kontrasepsi yang bertujuan untuk mengontrol kehamilan memang terkadang menimbulkan efek samping ini, karena prinsip kerja kontrasepsi berdasarkan pada hormon. Efek samping yang terjadi pun beragam pada setiap orang dari mulai yang ringan hingga yang menjengkelkan. Mungkin Anda tidak tahu sampai kapan bisa mentolerirnya hingga saat Anda mencoba untuk mengatasinya.

Berikut beberapa solusi untuk mengatasi efek samping yang biasa ditimbulkan alat kontrasepsi seperti dilansir Health Magazine berikut ini:

1. Sakit kepala, pusing, payudara lembek
Menurut Hilda Hutcherson, MD, seorang Profesor ob-Gyn di Universitas Columbia, efek samping seperti ini biasanya terjadi saat seseorang mengonsumsi pil kontrasepsi, sakit kepala dan pusing ini sebentar juga akan hilang. Jika tidak, coba untuk mengganti merek.

2. Mual
Efek samping ini mungkin baru akan hilang dalam beberapa bulan. Kalau tidak coba untuk beralih ke kontrasepsi oral, saat meminumnya coba dengan dibantu dengan makanan seperti pisang misalnya. Kalau tengah menggunakan spiral, Anda mungkin perlu untuk beralih metode.

3.Pendarahan
Efek samping yang satu ini akan membuat wanita tidak bisa tahan, karena tidak bisa diduga kapan bisa terjadi hal seperti ini. Menurut Dr Hutcherson, cobalah untuk meminum pil dengan tepat pada waktu yang sama setiap harinya bisa membantu. Konsultasikan dengan dokter saat ada flek-flek darah yang membuat Anda khawatir, siapa tahu ada solusi yang bisa dilakukan.

Menurut Anne Foster-Rosales, MD kepala petugas medis untuk Planned Parenthood Golden Gate dan profesor di Universitas California, San Francisco, Anda bisa menambahkan obat anti inflamasi seperti ibuprofen, atau menambahkan sedikit estrogen.

4. Penurunan nafsu bercinta
Coba formulasi lain. “Beberapa perempuan, jika Anda mengubah pil ke lebih dari satu yang androgenik (seperti tetosterone), libido akan kembali,” kata Dr Hutcherson.

5. Mood yang naik turun
Tidak semuanya kontrasepsi dan beberapa faktor lainnya yang akan membuat Anda merasa terganggu dengan efek sampingya, mungkin Anda membutuhkan untuk coba mencari metode nonhormonal lainnya. “Dalam pengalaman saya, jika seorang perempuan mengalami depresi dengan satu pil, beralih (formulasi)  ke pil yang lain, biasanya tidak membantu,” kata Dr Hutcherson. Semua metode hormonal cenderung menimbulkan masalah yang sama. Untuk beberapa pasien yang benar-benar ingin tetap menggunakan pil, Dr Hutcherson meresepkan antidepresan juga. (nam)

Entry Filed under: Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: