Karies Sumber Penyebaran Bakteri dan Toksin

Agustus 5, 2009 kidsandstyle
Tag:

Jakarta – Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati, begitu juga dengan kesehatan gigi dan mulut. Menurut data terbaru Departemen Kesehatan RI dari hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2007 prevalensi penduduk Indonesia yang pernah mengalami gigi berlubang (karies) sebanyak 72,1 % dan sebanyak 46,5 % di antaranya karies aktif yang belum dirawat.

Padahal lubang pada gigi atau karies tidak bisa dianggap enteng lho. Menurut Dr. Tri Erri Astoeti,drg.MKes, berawal dari gigi berlubang yang dianggap sepele bisa menimbulkan berbagai penyakit. Gigi berlubang merupakan tempat jutaan bakteri,  apabila masuk ke pembuluh darah dapat menyebabkan penyebaran bakteri dan toksin sehingga menyebabkan infeksi di bagian tubuh lain seperti di saluran pernapasan, jantung, dan otak.

Menurut Erri masalah gigi berlubang bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dengan menggosok gigi setelah makan dan membatasi konsumsi makanan yang manis dan lengket.

Harnie Raharja, Marketing Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk mengunkapkan kekhawatirannya dengan kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia cenderung menyukai makanan yang bersifat kariogenik yaitu makanan yang menyebabkan terjadinya karies gigi, seperti yang mengandung gula, lengket, dan mudah hancur saat di dalam mulut.

“Kebanyakan orangtua tidak menerapkan kebiasaan memelihara kesehatan gigi dan mulut serta pengaturan pola makan sejak dini kepada anak-anak mereka. Padahal tindakan pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” ungkap Hernie dalam peluncuran Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang baru di Laboratorium Kedokteran Gigi,
TNI AL di Jakarta, Rabu(5/8).

Pencegahan gigi berlubang sejak dini adalah sebuah keharusan, artinya kita harus waspada pada gejala awalnya, yaitu munculnya lubang-lubang kecil yang tidak kasat mata di permukaan gigi. Setiap kali kita makan, sisa makanan dan bakteri membentuk zat asam yang dapat melarutkan mineral pada email gigi dan membentuk lubang kecil yang tak kasat mata. Lubang-lubang kecil inilah lama kelamaan menjadi lubang pada gigi.

Erri menyarankan, untuk biasakan membawa sikat gigi kemanapun pergi, kalaupun tak sempat biasakan berkumur setelah mengonsumsi makanan yang manis dan lengket dengan air putih biasa atau teh tanpa gula. Karena menurut Erri teh mengandung flour yang bisa menggantikan mineral.

Makanan yang mengandung banyak kalsium dan mineral seperti susu dan keju juga bisa mencegah masalah gigi berlubang. Selain itu ternyata setiap kali kita makan, terjadi pengikisan kalsium di dalam pada permukaan gigi disebabkan zat asam yang berasal dari makanan yang manis, hal ini disebut dengan proses demineralisasi.

Di saat inilah gigi membutuhkan mineral sebagai penetralisir zat asam dalam mulut untuk mencegah proses terjadinya lubang pada gigi saat demineralisasi terjadi. Melalui produk terbarunya Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang yang mengandung micro kalsium aktif hingga 50%.(nam)

Entry Filed under: Health

One Comment Add your own


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: