Tips Menuntaskan Konflik di Kantor

Agustus 5, 2009 kidsandstyle

Jakarta – Konflik di tempat kerja memang bisa menjadi sangat mengganggu dan berimbas ke berbagai hal. Mulai dari suasana kantor yang menjadi tak nyaman hingga yang paling buruk adalah produktivitas kerja, yang pada akhirnya bisa berujung pada penurunan produktivitas dan hasil pekerjaan karena fokus pikiran yang terbagi. Kalau sudah begini saatnya mencari solusi yang tepat bukan lagi mencari siapa yang salah dan benar.

Menurut Rachel Zupek, peneliti dan penulis tentang strategi, career management, tren pekerjaan serta masalah di tempat kerja seperti dilansir Careerbuilder, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai konflik yang kerap terjadi di tempat kerja.

Berikut tips yang bisa dilakukan :

1. Tentukan caranya
Sebelum memilih cara untuk mengatasi konflik ada baiknya mencari tahu apa akar masalah yang sebenarnya. Selain itu yang penting adalah mencari tahu apakah konflik ini benar-benar mempengaruhi Anda. Apakah konflik ini juga menimbulkan masalah yang sangat serius dengan pekerjaan sehari-hari? Kalau hanya biasa-biasa saja dan tidak terlalu mengganggu, biarkan saja tak usah diambil pusing.

2. Tak selamanya konflik jelek
Gesekan kadang-kadang akan terjadi apalagi di tempat kerja dengan orang-orang yang memiliki latar belakang budaya, suku, agama, pendidikan yang berbeda-beda. Jangan khawatir, ini bisa juga menjadi tempat untuk belajar saling memahami, menerima dan bertoleransi dengan berbagai perbedaan yang ada.

3. Gunakan bahasa yang netral
Hindari menghakimi seseorang atau menggunakan generalisasi terhadap setiap masalah yang timbul, misalnya “Kenapa sih kamu tidak pernah membalas e-mail saya”. Sebaiknya gunakan bahasa yang tenang dan netral untuk menjelaskan apa yang membuat Anda merasa terganggu. Misalnya “Saya menjadi sangat kecewa bila Anda tidak membalas pesan saya karena saya tidak pernah tahu jika Anda telah menerima informasi penting atau tidak”. Lakukan dengan penuh hormat, tulus tanpa dibuat-buat tapi juga tidak kasar.

4. Cegah sejak dini
Hindari kebiasaan menghindari masalah yang timbul akibat konflik untuk keselamatan diri sendiri. Memang mencegah lebih baik daripada mengobati. Cara yang bisa dilakukan dengan mekanisme pertahanan yang mencegah resolusi konflik. Sebagai gantinya, fokus pada masalah, bukan orang. Jangan pernah menyerang atau menempatkan orang lain sebagai tameng pertahanan diri Anda.

5. Mendengarkan secara aktif
Jangan pernah berusaha untuk menginterupsi pihak lain. Cobalah untuk benar-benar untuk mendengarkan dan memahami apa yang dikatakan orang lain. Biarkan dia tahu Anda memahami cara berfikir mereka, posisi dan yang mereka nyatakan. (nam)

Entry Filed under: Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: