Anak Dipanggil Cuek, Ortu Mesti Curiga

Agustus 7, 2009 kidsandstyle
Tag:

Jakarta – Seringkali gangguan pendengaran pada anak terlambat dideteksi oleh orangtua. Oleh karena itu deteksi anak sejak usia dini terutama pada indera pendengaran diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Tidak hanya deteksi, alat bantu pendengaran diperlukan untuk memperlancar komunikasi anak tuna rungu.

Audiolog dan pakar pendidikan anak tuna rungu Drs. Anton Subarto, Dipl Aud mengatakan sering terjadi kejadian orangtua terlambat mendeteksi pendengaran anak. Biasa orangtua melihat usia anak 4 hingga 5 tahun bahkan lebih, baru menyadari ada keanehan pada anak. Oleh karena itu, orangtua dituntut untuk cermat mengasuh anak sejak lahir.

“Bila anak usia 2 tahun belum bisa bicara, bila mendengar petir atau gledek tenang-tenang saja seharusnya orangtua harus curiga, bila ada kecurigaan pada pendengaran anak segera bawa ke dokter THT,” ujar Anton pada acara bantuan 100 alat bantu dengar oleh Pusat Alat Bantu Dengar Melawai, Kamis (6/8) di Jakarta.

Sikap kewaspadaan diperlukan untuk lebih cepat mengetahui gangguan pendengaran pada anak. Hal tersebut untuk mengetahui penanganan yang tepat bagi anak tuna rungu. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkarya tidak terkecuali anak tuna rungu. Dengan sikap benar dari orangtua dan guru maka anak tuna rungu mampu untuk mengembangkan kemampuan anak tuna rungu. Anton mengatakan anak tuna rungu bisa berprestasi seperti anak normal. Menurutnya, sering kali orangtua tidak percaya anaknya tuna rungu, seharusnya orangtua bisa menerima kenyataan anaknya tuna rungu.

“Anak tuna rungu jangan disembunyikan, kadang ada orangtua membawa anak ke pengobatan alternatif seperti dukun dan paranormal padahal anaknya sudah tuli saraf yang tidak bisa disembuhkan,” tutur Anton.

Dengan pendidikan yang tepat sejak dini dan memiliki sikap berjuang dari anak dan orangtua maka tidak ada yang tak mungkin untuk diraih. Menurut Anton, pendidikan tepat sejak anak usia dini bagi anak tuna rungu harus diberikan yaitu kemampuan berbahasa. Orangtua adalah guru pertama bagi anak di rumah. Sehingga pola asuh penting untuk anak tuna rungu. Orangtua bisa mengembangkan bahasa lisan anak tuna rungu dengan selalu mengajak anak tuna rungu berbicara.

“Anak harus melihat wajah dan mulut orangtua karena anak tuna rungu harus membaca ujaran dan mendengarkan dengan alat bantu dengar,”tambah audilogist dari Pusat Alat Bantu Dengar Melawai.

Menurut Anton, tugas dan peranan yang dilakukan orangtua di rumah antara lain Pertama, memberikan bahasa oral kepada anak. Orangtua bisa selalu mengajak anak bercakap-cakap dalam segala situasi misal mau dimandikan, mau makan, dan bermain. Kedua, Orangtua melatih anak mendengar dengan memakai alat bantu dengar dalam segala situasi misal saat ayah menghidupkan mobil, membunyikan klakson anaknya disuruh mendengarkan, orangtua meminta mendengarkan bunyi dering telepon. Ketiga, orangtua melatih anak meraban dalam segala situasi misal saat dikenakan baju orangtua dengan memancing anak untuk meraban babababa, saat bermain mobil-mobilan anak diajak menirukan suara mobil dengan menggetarkan kedua bibir.

Untuk mengembangkan kemampuan akademik dan potensi anak, orangtua perlu mengupayakan sekolah yang tepat bagi anak untuk mengembangkan bahasa lisan dan tulisan anak tuna rungu.

Salah satu finalis Fun Fearless Cosmopolitan 2008 Angkie Yudistia, seorang penderita tuna rungu mengatakan ayahnya memang curiga ketika memanggil dirinya tidak menyahut-nyahut. Setelah mengetahui Angkie menderita tuna rungu maka orangtuanya mendidik untuk gemar membaca. Dengan gemar membaca membuat wawasan Angkie menjadi luas. Saat ini Angkie menggeluti dunia modelling dan sedang menempuh pendidikan S2. (amh)

Entry Filed under: Parenting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: